Sumber: www.AnneAhira.com
Tema percintaan dalam kisah cerpen dan novel memang tak lekang dimakan zaman. Karya-karya tulis yang menggambarkan serba-serbi percintaan selalu diminati pembaca segala usia. Cinta bersifat universal—cinta pada Tuhan, orangtua, anak, kekasih, pasangan hidup, dan pada alam semesta.
Bumbu kisah-kisah cinta menjadi hiburan di antara tema-tema berat seperti politik, peperangan, dan lain-lain. Bahkan, tak jarang unsur cinta membuat pembaca mendapatkan pencerahan dan pelajaran berharga dalam menghadapi hidup.
Cukup banyak penulis wanita di tanah air yang menulis cerita fiksi dengan tema utama percintaan atau roman. Beberapa karya mereka bahkan dapat bertahan di pasaran atau dicetak ulang selama satu dekade. Penulis wanita mempunyai kekhasan tersendiri dalam menulis novel dengan unsur roman. Sehingga, disukai pembaca khususnya wanita yang merasa terwakili dengan karakter dan konflik yang mereka tulis.
Berikut ini beberapa nama penulis wanita yang terkemuka dengan kisah-kisah cintanya dalam novel di tanah air.
Mira W.
Penulis wanita yang juga seorang dokter ini lahir dan tumbuh di Jakarta. Beliau termasuk penulis legendaris di Indonesia. Novel hasil karyanya sangat banyak. Mira W mulai menulis pada 1975 sampai saat ini. Beberapa judul novelnya yang terkenal adalah Sepolos Cinta Dini, Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, Galau Remaja di SMA, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat.
Istimewanya, hampir semua novelnya pernah diangkat ke layar lebar dan sinetron. Karya terbaru Mira W adalah novel berjudul Cinta Sepanjang Amazon yang diterbitkan pada 2008. Kisah-kisah cinta manis yang tertuang dalam novelnya senantiasa diingat para penggemarnya sampai kini.
Marga T.
Marga T juga seorang dokter. Karya legendarisnya adalah novel berjudul Karmila (1973) yang dicetak ulang hingga beberapa kali. Beliau tak hanya menulis kisah roman, namun berkembang pula ke jenis novel detektif, yang kian melambungkan namanya di kancah perbukuan tanah air. Sampai saat ini, Marga T telah menulis lebih dari 65 buah novel. Salah satu karyanya yang sarat makna adalah rangkaian novel Sekuntum Nozomi (2002-2006) yang mengangkat kisah berlatar kerusuhan Mei 1998, khususnya yang menimpa kaum wanita keturunan Tionghoa.
Helvy Tiana Rosa
Wanita asal Medan ini lahir pada 1970. Helvy TR dikenal sebagai sastrawati yang banyak mengangka tema lokal dengan tokoh wanita. Karyanya yang menggugah adalah buku berjudul Ketika Mas Gagah Pergi yang mencerahkan para remaja kala itu. Cerpennya Jaring-jaring Merah yang mengangkat konflik Aceh menjadi salah satu cerpen terbaik Majalah Horison dalam satu dekade (1990-2000). Tak hanya menulis, Helvy TR juga berkiprah mengajak generasi muda menulis melalui organisasi Forum Lingkar Pena.
Clara Ng.
Clara Ng lahir di Jakarta pada 1973. Penulis ini tak hanya menghasilkan novel dewasa, namun juga buku anak-anak. Awalnya, dia belum bercita-cita menjadi penulis saat lulus dari Ohio State University. Kini, karyanya tersebar di tanah air. Di antaranya adalah novel roman Indiana Chronicle, Tea for Two, dan The (Un)Reality Show.
Asma Nadia
Penulis bernama asli Asmarani Rosalba ini lahir di Jakarta 1972. Selain menulis puluhan novel dan cerpen untuk dewasa dan remaja, Asma Nadia juga menulis lagu untuk album nasyid Bestari. Tema cinta dan kasih sayang ditemukan pada setiap karyanya. Salah satu novelnya yang menjadi best seller adalah buku berjudul Istana Kedua, sebuah roman dengan tema poligami yang masih menjadi polemik dalam masyarakat. Cerpennya dalam buku Emak Ingin Naik Haji telah diangkat di layar lebar dengan judul sama.
Djenar Maesa Ayu
Penulis ini lahir di Jakarta pada 1973. Bukunya yang berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet! menjadi karya monumentalnya yang telah dicetak ulang beberapa kali. Tema unik juga dia angkat dalam bukunya yang lain berjudul Jangan Main-main (dengan kelaminmu). Belakangan, Djenar juga merambah kegiatan sebagai aktris film. Djenar tetap menulis sampai kini.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan